Sebuah desa terpencil yang jaraknya cukup jauh, “yah” kira-kira jarak dari rumah kekota ± 70 km, Desa ini di beri nama Desa Jejak, penduduknya cukup ramai. Di desa ini meisa dan tato tinggal setelah mereka menikah, meisa dan tato di karuniai anak laki-laki yang tanpan dan lucu anak itu di beri nama Leo, leo tumbuh dan di besarkan dengan penuh kasih sayang yang cukup dari kedua orang tuanya, ketika leo telah berusia ± 1 Tahun, leo kemudian terjatuh sakit, Meisa dan tato berusaha untuk mengobatinya tapi ternyata “Allah”berkehendak lain “ leo” telah berpulang ke pangkuan-Nya. Meisa dan Tato begitu merasa kehilangan”malaikat kecil” mereka yang sangat mereka sayangi, “Meisa” ibu leo mengalami trauma berat hingga terjatuh sakit, ibu leo belum bisa menerima kepergian Leo.
Hari demi hari, bulan demi bulan Meisa sudah mulai bisa mengikhlaskan kepergian “Leo” hingga akhirnya Meisa juga mendapat kabar baik dari dokter kalua Meisa sekarang hamil dan usia kandungannya berusia 3 (tiga) bulan, Meisa sangat senang dan segera memberitahukan sang suami (Tato), seiring waktu berjalan usia kehamilan Meisa memasuki 8 (delapan) bulan Meisa kembali teringat almarhum anaknya “leo” Meisa kemudian merasa ketakutan, dia merasa kalau suatu saat dia akan kehilangan anaknya lagi, karena perasaan itu selalu menghantui Meisa, Meisa berencana pindah rumah dan rencana itu benar-benar sudah dipikirkan matang-matang.
Seperti biasanya pagi itu tato pamit kepada Meisa untuk berangkat kerja,Meisa hanya diam dan menangis tanpa sepatah kata tak ada yang keluar dari bibir meisa. Ketika tato sudah berangkat kerja, Meisa tidak lupa mempersiapkan makanan buat suaminya ketika akan pulang kerja, setelah itu meisa segera berkemas memberereskan barang-barang yang akan di bawahnya.
Hari minggu tepatnya Meisa keluar dari rumah dam berngkat ke luar kota niat hatinya sudah bulat untuk meninggalkan rumah dan suaminya (Tato), Di tengah perjalanannya meisa melamun sambil menangis memikirkan sang suami yang di tinggalkannya,Tak terasa perjalanan meisa ke kota tujuan (Sorota) telah sampai, Meisa langsung menuju kerumah saudara tertuanya(Ranti). Ranti menyambut baik adiknya (meisa) dan mentun Meisa untuk istirahat , setelah meisa istirahat Ranti menanyai adiknya itu, Meisa kabar suami kamu gimana, dan tujuan kamu ke kota ini apa ????? Meisa pun menjawab pertanyaan itu, “Kabar suami saya (Tato) baik, tujuan saya datang ke kota ini untuk jalan-jalan, “ kemudian Meisa diam dan tidak banyak cerita lagi. Meisa merasa bersalah pada ranti karena tidak menceritakan sebenarnya.
Setelah tato bekerja seharian tato segera pulang kerumah mereka ,sesampai di rumah tato kaget melihat pakaian istrinya sudah tidak ada, tato kemudian mencari meisa ke rumah orang tuanya dan rumah orang tua Meisa sendiri tetapi hasilnya nihil tidak ada seorang pun yang tahu kalau meisa ke mana, beberapa hari kemudian tato mendapat kabar kalau meisa sekarang berada di rumah kakaknya (Ranti) setelah mendengar kabar itu tato merasa legah karna istrinya yang di cari selama ini ternya di rumah kakak tertua Meisa.
Ke esokan harinya tepatnya hari selasa tato segera berangkat ke kota sorata untuk menjemput istrinya, sesampai di kota sorota tato segera ke rumah Ranti kakak Meisa, sesampai di rumah ranti, tato melihat istrinya sedang mencuci. Tato pun menyapa istrinya, Mendengar suara tato yang menyapanya meisa kaget, Meisa keudian beranjak dari tempat duduknya kemudian menuntun suaminya untuk masuk di rumah ranti. Tato kemudian istirahat karena tato kelelahan dalam perjalanan tato langsung tertidur Meisa pun membiarkan tato untuk tidur.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Response to "cerita hidup"
Posting Komentar